15 Bandara Baru Dibangun Oleh Presiden Jokowi

15 Bandara Baru Dibangun Oleh Presiden Jokowi

15 Bandara Baru Dibangun Oleh Presiden Jokowi – Bandar Udara adalah wilayah darat dan / atau perairan dengan batas tertentu yang digunakan untuk pendaratan, lepas landas dan pendaratan pesawat udara, boarding dan landing penumpang, bongkar muat barang, serta angkutan internal dan multimoda yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan, jaminan fasilitas, fasilitas dasar dan fasilitas pendukung lainnya.

15 Bandara Baru Dibangun Oleh Presiden Jokowi

Sumber : radarkontra.com

artscouncilofneworleans – Di bidang transportasi, konten ini juga masuk dalam pasal Nawacita yang merupakan janji gerakan Jokowi-JK. Nawacita adalah tiga janji yang membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Untuk Nawachita III, beberapa rencana yang dilaksanakan adalah mengembangkan bandara di daerah pinggiran atau perbatasan Indonesia yang mudah menimbulkan bencana dan daerah.“ Kembangkan rute perintis dan subsidi BBM perintis untuk mencapai pertumbuhan perintis, ”Agus Santoso, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengatakan dalam siaran persnya, Sabtu, 21 Oktober 2017 dikutip dari viva.co.id.

Berikut 15 Bandara Baru Dibangun Oleh Presiden Jokowi :

1. Bandara Ranai, Natuna

Sumber : finance.detik.com

Presiden Joko Widodo memimpin acara pembukaan terminal Bandara Ranai di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pagi ini. Peresmian terminal Bandara Ranai menandai dibukanya penerbangan komersial di Kabupaten Natuna.

Upacara pembukaan dilakukan di Terminal Bandara Lanai (10 Juni 2016). Pelantikan juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin basirun dan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal. Dalam sambutannya, Chokovi menyampaikan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dari Sabang hingga Meluk.

Kini saatnya Indonesia melihat lautan dan udara menghubungkan dan menyatukan Indonesia, bukan sebagai pemisah. Jokowi berkata: “Natuna dan Tanjung Pinang, Pulau Batam dan jembatan antar provinsi.” Jokowi berharap dengan peresmian terminal ini mobilitas barang dan pengiriman logistik akan lebih cepat dan murah.

Baca juga : 7 Pertanda Bencana Alam yang Perlu Kamu Tahu

2. Bandara Matahora, Wakatobi

Sumber : liputan6.com

Pemerintah Kabupaten Wakatobi di Sulawesi Tenggara (Sulteng) menyambut baik peresmian Bandara Matahora oleh pemerintah pusat. Selain memasuki wilayah lain Lebih mudahnya, pembukaan bandara juga bisa meningkatkan sektor sosial ekonomi.

Bupati Waguatobi menjelaskan: “Peningkatan dari 1.500 pada tahun 2006 menjadi 15.000 pada tahun 2013 setiap tahun, Anda dapat melihat dampak dari wisatawan,” Berbicara kepada wartawan di Jakarta pada Sabtu (20 Desember 2014).

Dijelaskannya, keberadaan Bandara Matahora yang telah beroperasi sejak 2008 silam membuat perekonomian Wakatobi bergerak cepat. Pekerjaan komunitas Membuka pintu bagi investasi asing, misalnya perikanan, hotel dan restoran, peralatan olah raga air, buah-buahan dan hiburan.

Dia mengatakan : “Perekonomian berkembang pesat, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 11%, terutama dari industri jasa.”

3. Bandara Bua, Wulu

Sumber : id.wikipedia.org

Presiden Jokowi akan dibuka di Bandara Bua di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Menteri Perhubungan Budi Karya (Budi Karya) mengatakan di Bandara Bua (12/9/2018) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan: Jokowi memimpin pembukaan. Mungkin bulan ini, atau mungkin bulan depan. Bandara Bua diharapkan bisa mendaratkan pesawat 737 dalam beberapa tahun ke depan dan mulai mengembangkan bandara yang menghubungkan Kabupaten Luwu.

Ia menjelaskan: “Kami berharap Bandara Boua akan menjadi penghubung antara 7 hingga 8 kawasan di sini.” Sesuai master plan bandara, luas semula 1.400 meter persegi akan ditingkatkan menjadi 2.250 meter persegi. Budi berkata: “Tadi kita minta pembebasan lahan diujung runway. Mumpung belum terlalu mahal,” pemerintah menghabiskan Rp 20 miliar setiap tahun untuk membangun Bandara Bua. Diharapkan setelah selesai dibangun dapat menampung hingga 2 juta orang.

4. Bandara Andi Jemma, Luwu Utara

Sumber : foto.bisnis.com

Letak Bandara Andi Jemma yang strategis terletak di pusat Kota Masamba, Kabupaten Luwu utara Provinsi Sulawesi Selatan atau sekitar 480 kilometer dari Kota Makassar. Pembangunan Bandara Andi Jemma dimulai pada tahun 2015.

Bandara tersebut sangat mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Luwu Utara untuk meningkatkan arus penumpang dan barang, yang dapat mendorong Kabupaten Luwu Utara dan sekitarnya berkembang lebih ekonomis dan luas sehingga mendukung konektivitas. Sekedar informasi, Bandara Andy Gemma saat ini memiliki terminal baru seluas 400 meter persegi dan panjang landasan (runway) 1.060 mx 30 m, siap mendaratkan pesawat ATR-72.

5. Bandara Maratua, Berau

Sumber : liputan6.com

Bandara Maratua adalah sebuah bandara yang terletak di pulau Maratua di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, Indonesia. Bandara ini didirikan untuk mengembangkan pariwisata sekaligus memberikan strategi pertahanan karena Pulau Maratua terletak di dekat perbatasan antara Malaysia dan Filipina. Persiapan dan pembiayaan Bandara Maratua dimulai pada 2008. Tiga tahun kemudian, pekerjaan pembukaan lahan dimulai.

Pada September 2015, pembangunan bandara dimulai dan dimulai.Pada 13 Februari 2017, sebuah pesawat ATR 72 berhasil mendarat di Bandara Maratova. Sejak akhir 2017, Bandara Maratua kini telah melayani banyak maskapai penerbangan.

Selain menyediakan layanan transportasi bagi penduduk setempat, maskapai penerbangan juga mengangkut wisatawan domestik dan mancanegara untuk mengunjungi Kepulauan Derawan sebagai tempat wisata. Presiden Indonesia Joko Widodo secara resmi membuka bandara pada 25 Oktober 2018.

6. Bandara Lasondre, Nias

Sumber : youtube.com

Bandara Lasondre adalah sebuah bandara yang terletak di ujung utara Pulau Tanah Masa, Kecamatan Pulau-Batu, Kabupaten Nannias, Sumatera Utara. Bandara ini Panjang runway / arah / PCN: 1400 x 23 m / 06-24 / 5 FCZU, terminal domestik: 120 M2. Jenis Pesawat yang bisa mendarat: Fokker 50 / Avro RJ100 juga melayani Maskapai Wings Air dan Susi Air.

7. Bandara Buli, Halmaher Utara

Sumber : facebook.com

Bandara Buli adalah bandar udara yang terletak di Desa Pekaulang, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Bandar udara ini memiliki ukuran landasan pacu 1.200 × 23 m. Jarak dari sehingga menjadi sekitar 1.984 km.

8. Bandara Kaimana, Papua Barat

Sumber : liputan6.com

Bandara Kaimana atau Bandara Utarom di Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat telah selesai dibangun. Presiden akan meresmikan bandara ini Joko Widodo (Jokowi). Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan pembangunan terminal penumpang Bandara Kaimana pada akhir tahun 2015 dan bersiap menjadi tuan rumah acara pembukaan oleh Presiden Joko Widodo, dan peresmian terminal penumpang di Bandara Wamena di Wamena, Papua direncanakan hari ini.

Kepala Pusat Komunikasi Publik, Kementerian Perhubungan JA Barata mengungkapkan, pembangunan Bandara Kaimana dilakukan dalam beberapa tahap, mulai tahun 2012 lalu dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2014. Itu selesai pada akhir 2015. Pembangunan terminal penumpang seluas 1.800 meter persegi akan menelan biaya 75,5 miliar rupiah.

9. Bandara Wamena, Papua

Sumber : ekonomi.bisnis.com

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru saja merampungkan pembangunan Bandara Wamena (bandara) di Jayawijaya, Papua. Bentuk pembangunan bandara adalah Membangun terminal penumpang seluas 4.000 meter persegi, yang sebelumnya hanya 965 meter persegi. JA Barata, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan menjelaskan, Dengan perluasan terminal penumpang Bandara Wamena inilah gaya arsitektur tradisional daerah yaitu Rumah Honai yang akan meningkatkan kenyamanan penumpang sesuai standar.

Kapasitas penumpang bisa ditingkatkan menjadi 228 orang. “Pembangunan Bandara Wamena sejalan dengan rencana ketiga Nawa cita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran, “kata Barata Selasa (2015/12/29). Diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada 30 Desember 2015.

10. Bandara Fak Fak, Papua Barat

Sumber : finance.detik.com

Bandara Fak Fak adalah bandar udara yang melayani wilayah Fakfak,yang berlokasi di Papua Barat, Indonesia. Bandara ini berada di ketinggian 462 kaki (141 m)di atas permukaan laut. Bandar Udara Ini Mimiliki Satu landasan Pacu 10/28 Dengan permukaan Aspal berukuran 1041 x 20 meters (3415 feet x 66 feet).

Panjang landasan pacu (operation mode) Bandara Toreameters menjadi 10/28 berukuran 2370 x 19 meters (7776 feet × 62 feet).

11. Bandara Morowali, Sulawesi Tengah

Sumber : travel.detik.com

Aksesibilitas Sulawesi tumbuh dan saling berhubungan. Baru-baru ini, Presiden Jokowi dibuka di Bandara Maleo Morowali di Sulawesi Tengah (Sulawesi Tengah). Memulai pembangunan empat terminal bandara di Sulawesi.

Empat terminal bandara yang dibuka adalah Bandara Syukuran Aminuddin Amir di Sulawesi Tengah, terminal Bandara Haji Aeropala Selayar dan terminal baru Bandara Lagaligo-Bua di Sulawesi Selatan, dan terminal Bandara Betoambari di Sulawesi Tenggara.

“waktu dulu, warga sekitar Morowali di Sulawesi Tengah jika hendak ke Palu, butuh waktu hingga 12 jam dengan perjalanan darat 520 kilometer melalui Jalan Raya Trans Sulawesi. Jika hendak ke Makassar yang lebih jauh, mereka harus naik kapal laut,” ujar Jokowi. Sekarang, warga Morowali punya pilihan. Dengan pesawat, dari Morowali ke Kendari waktu tempuh penerbangan tak sampai satu jam.

“Kita semua berharap agar pembangunan ini nantinya betul-betul dapat memudahkan kita pergi ke manapun, juga dapat mempercepat kita pergi ke manapun. Dapat juga untuk mengirimkan barang atau logistik ke manapun,” lanjut Jokowi. Bandara Morowali yang baru selesai dibangun pada tahun 2018 ini didirikan di atas lahan seluas 158 hektar dan dilengkapi dengan landasan pacu sepanjang 1.500 meter.

Bandara di Desa Umbele, Kecamatan Bumiraya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah ini dilengakapi terminal penumpang seluas 1.000 meter persegi. Kabupaten Morowali adalah daerah penghasil bijih nikel besar, punya perkebunan kelapa sawit yang luas, dan kaya dengan hasil laut ikan tuna dan sebagian warganya menekuni budi daya rumput laut. Dengan berbagai pilihan transportasi, perekonomian daerah ini akan semakin maju.

12. Bandara Djalaluddin

Sumber : money.kompas.com

Bandar Udara Internasional Djalaluddin (Bandara Internasional Djalaluddin) adalah sebuah bandar udara yang terletak di Kecamatan Isimu, Kabupaten Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Bandara ini terletak sekitar 30 kilometer di sebelah barat pusat kota Gorontalo dan dioperasikan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Terminal baru Bandara Djalaluddin dibuka pada 1 Mei 2016. Kecuali Bandara Internasional Sam Ratulangi dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, bandara ini merupakan penerbangan alternatif menuju Indonesia bagian utara dan timur.

Bandara tersebut bernama Djalaluddin Tantu, berasal dari seorang kolonel penerbangan di Gorontalo dan meninggal dalam “Operasi Dwikora” Malaysia pada tahun 1964. Dia dinyatakan hilang di pesawat Hercules yang diterbangkannya.

13. Bandara Domine Eduard Osok, Sorong

Sumber : finance.detik.com

Bandar Udara Domine Eduard Osok (dikenal juga sebagai Bandar Udara Sorong) adalah bandar udara yang berada di kota Sorong, Papua Barat, Indonesia (IATA: SOQ, ICAO: WASS). Bandara ini merupakan salah satu bandar udara terbesar dan tersibuk di Semenanjung papua barat.

Saat ini memiliki panjang landasan pacu berukuran panjang 2105 meter dan lebar 45 meter yang dioptimalisasi agar dapat didarati pesawat berjenis Airbus A320 dan Boeing 737NG. Peningkatan fisik bandar udara ini terus dilakukan terutama semenjak dilaksanakannya kegiatan berskala internasional Sail Raja Ampat 2014 yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kabupaten Raja Ampat.

Direncanakan akan dilakukan perpanjangan landasan pacu lagi hingga 2500 meter. Dan kini Bandar Udara Domine Eduard Osok telah memiliki gedung terminal baru, dan statusnya telah dinaikan dari Kelas III menjadi kelas I (Utama). Dan Bandara ini akan terus direnovasi dan dikembangkan agar menjadi pintu gerbang udara terbesar di Papua, sesuai dengan program Kota Sorong. Yaitu, Smart City.

Baca juga : Kagum, Jokowi Membangun Stadion Termegah DI Papua

14. Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk

Sumber : facebook.com

Bandara Syukuran Aminuddin Amir terletak di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Bandara itu berada sejajar dengan garis pantai Selat Peling dan persis berada di atas bukit yang memiliki ketinggian 17 meters di atas permukaan laut.

Bandara itu dulunya bernama Bandara Luwuk dan dibangun, 1972. Padamasa awalnya, bandara itu hanya memiliki landasan pacu sepanjang 850 x 30 meters dan apron 50 x 40 meters dibantu fasilitas komunikasi sederhana.

Pada, 2008, Namer Bandara Nama Syukuran Aminuddin Amir diambil dari Raja Banggai yang terakhir. Setelah itu, Bandaramulai dikembangkan. Kini, Landasan Pacu Sepanjang 2.250 x 45 meters, tarmac Seluas (315) x 85 meters and taxiway Seluas (60 x 18 meters)

15. Bandara Nop Goliat, Dekai

Sumber : dephub.go.id

Bandar Udara Nop Goliat Dekai adalah bandar udara yang melayani kota Dekai, ibu kota dari Kabupaten Yahukimo, Papua, Indonesia. Bandar Udara Nop Goliat adalah salah satu dari tujuh bandar udara perintis yang menghubungkan 517 desa di wilayah Yahukimo.

Bandar udara Nop Goliath dibangun di atas lahan seluas 230 hektar, dan sudah mulai dikerjakan pada periode 2004-2010 dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 321 miliar. Bandara ini dibangun sebagai pusat distribusi logistik di wilayah dataran tinggi Papua, serta untuk mendukung mobilitas barang dan jasa. Sebelumnya, distribusi logistik hanya dipusatkan di Bandar Udara Wamena.

Setelah penundaan yang panjang, bandar udara ini akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 18 Oktober 2016. Jokowi menginginkan bandar udara ini bisa terus dikembangkan dan meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk memperpanjang landasan pacu dari 1.950 m menjadi 2.500 meter selama 2 tahun ke depan.

Kemudian, Kementerian Perhubungan mengalokasikan Rp 350 miliar untuk memperluas landasan pacu, sehingga dapat melayani Boeing 737-200 dan Boeing 737-300. Perluasan ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2017.

Saat ini, landasan pacu bandar udara Nop Goliath beroprasi dengan luas 1.950 m x 30 m, luas masing-masing 2 jalur darurat 75 m x 23 m, landasan beton 320 m x 60 m dan peralatan serta fasilitas pendukung lainnya. Sementara itu, bangunan terminal bandara itu sendiri memiliki luas 1,900 m2 dan dapat menampung 300 penumpang pada jam sibuk.