6 Fakta Terkait Kasus Pemalsuan Sertifikat Rumah Ibu Dino Patti Djalal

6 Fakta Terkait Kasus Pemalsuan Sertifikat Rumah Ibu Dino Patti Djalal

6 Fakta Terkait Kasus Pemalsuan Sertifikat Rumah Ibu Dino Patti Djalal – Komplotan mafia tanah yang membahayakan ibu mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal itu sudah ditangkap. Pelakunya adalah Arnold Siahaya, Dedi Rusmanto, Ferry dan kawan-kawan.

6 Fakta Terkait Kasus Pemalsuan Sertifikat Rumah Ibu Dino Patti Djalal

Sumber : metro.tempo.co

artscouncilofneworleans – Saat ini, mereka sudah divonis dan menjalani hukuman di Lapas Cipinang.

“Tersangka utamanya adalah kelompok Arnold Siahaya, Dedi Rusmanto, Ferry dan kawan-kawan. “Subdit 2 Hukuman pidana Harda terhadap mafia properti di Lapas Cipinang pada 2019,” kata Wakil Direktur Harta Benda. Pernyataan tertulis itu dikeluarkan Komisioner Tinggi Khusus Dwiasi Wiyatputera, Rabu (10/2/2021).

Mantan Menteri Luar Negeri tersebut mengatakan kepada Dino Patti Djalal bahwa kasus mafia menjadi sorotan publik melalui akun pribadinya @dinopattidjalal. Ia mengatakan bahwa rumah orang tuanya sekarang diganti namanya menjadi nama orang lain.

“Rombongan lain rumah saya dirampok oleh sekelompok pencuri sertifikat rumah. Kalaupun tidak ada AJB (akta jual beli), tidak ada transaksi, dan tidak ada pertemuan dengan ibu saya. Sertifikat rumah ibu saya sudah diganti namanya di BPN. “Seperti dikutip Liputan6.com. Rabu, 10 Februari.

Tak hanya itu, mantan juru bicara kepresidenan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini bahkan mengancam para pelaku kriminal dengan menyebarkan fotonya dan nama-nama penjahat mafia yang mencuri sertifikat rumah orang tua mereka.

Berikut beberapa Fakta Terkait Kasus Pemalsuan Sertifikat Rumah Ibu Dino Patti Djalal yang dilakukan oleh mafia tanah :

1. Modus Mafia Tanah

Sumber : beritasatu.com

Dino mengatakan, melalui akun Twitter pribadinya, rumah ibunya telah berganti nama menjadi orang lain di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dia mengikuti konspirasi para penjarah, yaitu berkolusi dengan calo hitam (juga dikenal sebagai notaris) dengan menargetkan sasaran, membuat KTP palsu. Kemudian, mereka membayar orang untuk memalsukan identitas pemegang KTP dan mengklaim bahwa mereka memiliki foto di KTP.

Dino berkata: “Konspirasi ini menargetkan banyak rumah tua.”

Dino juga menuntut polisi harus mampu dan berani menghancurkan secara tuntas para sutradara dan aktor geng yang mencuri izin tinggalnya, bukan sekadar menangkap pelakunya.

Dia berkata: “Geng ini sangat bersih dan telah menyebabkan banyak kerugian bagi orang-orang.”

Tak hanya itu, Dino Patti Djalal juga mengimbau kepada Gubernur DKI Jakarta (Jakarta Anies Baswedan) dan Kapolda Metro Jaya untuk menangkap seluruh pelaku mafia yang semakin merugikan masyarakat.

Dino bertanya: “Sebagai keluarga korban, sebagai wajib pajak, saya minta polisi segera dan tuntas memberantas geng, terutama otak / pimpinan #berantasmafiatanah.”

Baca juga : 6 Fakta Kasus HP Ilegal PS Store yang Bikin Heboh

2. Ancam Sebar Foto dan Nama Pelaku Mafia Tanah

Sumber : regional.kompas.com

Dino kesal dengan tindakan mafia dan mengancam akan menyebarkan foto dan nama pencuri di izin perumahan tepat waktu. Meski Dino curiga mereka akan berusaha menyuap aparat keamanan di masa depan untuk lepas dari jeratan hukum.

“Sekarang saya dapat mengidentifikasi direktur geng sertifikat rumah keluarga saya. Saya akan membagikan foto-foto dan nama mereka tepat waktu. Saya yakin bahwa tanggapan awal dari pemimpin geng ini adalah mencoba menyuap pasukan keamanan untuk mendapatkan kebebasan secara legal. . Jangan sampai …! ”Ucapnya ke akun Twitter miliknya.

“Hari ini polisi sudah mulai menyelidiki rumah ibu saya dan memburu para penjahat. Sebagai keluarga korban dan sebagai wajib pajak, saya meminta polisi untuk membasmi geng ini secara profesional, cepat dan teliti, terutama otak / pemimpin #berantasmafiatanah.

3. Diselidiki BPN

Sumber : merdeka.com

Menteri Agraria dan Kepala Badan Penataan Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR / BPN), mengatakan bahwa pihaknya sedang mendalami masalah yang dihadapi Dino Patti Djalal.

Sofyan mengatakan: “Ya, kami bantu dia, tentu ada prosesnya.” Sofian juga menjelaskan, pihaknya akan menjelaskan kasus Dino kepada publik. Sophiyan berkata: “Kami akan menjelaskan kepada publik.”

4. Pencuri Sertifikat Tanah Dino Patti Djalal Ditangkap

Sumber : republika.co.id

Badan Reserse Kriminal Umum (Bareskrim) Polda Metro Jaya, Cabang Harta Karun menangkap kelompok mafia tanah yang mengubah kepemilikan tanah orang tua mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patty Jalal.

Dwiasi Wiyatputera mengatakan bahwa pelakunya adalah Arnold Siahaya, Dedi Rusmanto, dan Ferry.

Menurut perkataan Dwiasi, pelaku pernah terlibat mafia properti. Bawahan cabang Hada mengungkapkan hal ini pada 2019.

5. Ada Keterlibatan Orang Kepercayaan

Sumber : voi.id

Dwiasi menambahkan, dalam kasus perubahan sertifikat tanah milik orang tua Dino Patti Djalal, ternyata ada pihak yang dipercaya ikut melindungi rumah tersebut.

Polisi mengatakan mereka telah menangkap tersangka dan saat ini sedang memeriksa file oleh jaksa penuntut.

Dia menegaskan: “Pada 12 November 2020, konvoi juga menangkap seorang teman dekat Tofan, yang bertanggung jawab menjaga rumah orang tua Dino Patti Djalal.”

Baca juga : Kisah Calon Pekerja Migran ke Polandia yang Nyaris Jadi Korban Perdagangan Orang

6. Berganti Kepemilikan di Kawasan Pondok Indah

Sumber : liputan6.com

Kombes Pol Yusri Yunus, Kepala Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan, Pusat Pelayanan Terpadu Polri menerima tiga laporan dugaan pemalsuan sertifikat tanah dan bangunan orang tua Dino Patti Djalal.

Dia mengatakan di Polda Metro Jaya, Rabu, 10 Februari: “Laporan orang lain berinisial Y adalah nama orang tua, bukan DP. Ini laporan polisi yang dibuat dengan tiga motif berbeda.” 2021.

Yusri membeberkan sertifikat tanah dan bangunan milik orang tua Dino Patti Djalal yang berganti kepemilikan. Yusri mengatakan yang pertama berlokasi di kawasan Pondok Indah.

Maklum, saat itu ada yang mengaku membeli tanah. Namun, orang tersebut memalsukan sertifikat tanah.

Dia berkata: “Cara ini adalah membeli tanah dari ibu Demokrat dengan tawar-menawar, kemudian meminjam sertifikat dan mengubah identitas sesuai nama orang untuk mendapatkan sertifikat kepemilikan.”

Yusri mengatakan, pelaku sudah diidentifikasi. Saat ini, Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang mengejar.

Dia berkata: “Ini masih dalam proses, tetapi kami sudah mengetahui identitas tersangka. Kami masih mengejar tujuan ini.”