Categories Uncategorized

Pernyataan Anies Baswedan Usai Jakarta Kebanjiran

Pernyataan Anies Baswedan Usai Jakarta Kebanjiran – Akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini, banyak wilayah DKI Jakarta yang terendam banjir. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyuarakan suaranya terkait banjir tersebut.

Pernyataan Anies Baswedan Usai Jakarta Kebanjiran

Sumber : bekasi.pikiran-rakyat.com

artscouncilofneworleans – Anis mengatakan banyak mengunjungi lokasi banjir di selatan Jakarta. Ia melihat langsung pintu air Manggarai menuju Jalan Kemang Raya yang terendam banjir.

Berikut Pernyataan Anies pasca banjir di Jakarta:

1. Genangan di Kemang-Sudirman

Sumber : megapolitan.okezone.com

Dikutip dari detik.com, Anis menuturkan, genangan air di pinggir Jalan Sudirman itu akibat meluapnya Sungai Krukut. Menurut Añez, banjir Sungai Krukut tidak hanya menggenangi Jalan Sudirman, tetapi juga Jalan Kemang, Jalan Vidya Chandra, dan Jalan Tengdean.

Sehingga curah hujan di hulu Sungai Krukut yang melewati Jalan Jendral Sudirman memiliki curah hujan tinggi di daerah hulu. Tercatat 136 mm / hari, kemudian air mengalir melalui dua sungai, salah satunya adalah Sungai Manbang dan dua Kuruku Sungai Te.

Sungai itu menyatu di belakang LIPI lalu mengalir ke Sudirman, itulah efek kiriman air dari pusat kawasan sekitar Depok, Minggu (21/2).

“Biasanya kalau hujan di pegunungan (kawasan Bogor), airnya akan mengalir melalui Sungai Ciliong. Namun, jika di kawasan tengah (sekitar Depok) hujan deras, air akan mengalir ke tengah, Krukute. Sungai. ”

Agnès mengatakan saat ini, pemerintah di semua tingkat provinsi DKI sedang bekerja keras untuk menghilangkan sampah di sungai dan telah mengerahkan pompa bergerak di wilayah Sudirman dan Kemang.

Pompa ini telah menjadi air Sungai Krukute dan selanjutnya akan diangkut ke Barat. Kanal Pengendali Banjir (BKB). Meski harus menunggu, karena BKB masih bisa menampung transportasi air di daerah hulu.

“Setelah ini air akan mengalir ke Banjir Kanal Barat. Ketinggian air Kanal Banjir Barat masih tinggi. Karena air dari Sungai Qiliong masih mengalir ke kota. Makanya, siang ini Jakarta masih mengalir dari wilayah selatan. “Ini adalah Depok dan Puncak. Kalau Tuhan mau, kemunduran ini akan lebih terkontrol, ”jelasnya.

Baca juga : 15 Bandara Baru Dibangun Oleh Presiden Jokowi

2. Masih Ada Kiriman Air dari Tangerang ke Jakarta Lewat Kali Angke

Sumber : 1suara.com

Anis mengatakan, ketinggian air di banyak sungai di ibu kota sudah kembali normal. Namun, luapan air masih ditemukan di Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat.

“Sejak pagi tadi, perairan Qiliong, Krukute, Sante, dan Persanggrahan sudah mencapai posisi normalnya. Bisa dilihat dengan mata kepala sendiri di samping pintu air Manggarai. Oleh karena itu, mulai pagi ini, pinggiran Jakarta Daerah pemasok air di negara bagian tengah dan atas mulai berkurang.

Ia melanjutkan: “Masih ada air yang diangkut dari kawasan Tangerang lewat Kali Angke. Kali Angke masih banyak menerima air sehingga di sekitar Sungai Angke 2 Masih ada genangan di kabupaten itu.”

Anies menjelaskan, Sungai Angke masih menampung air dari wilayah Tangerang. Namun debit hulu Sungai Ange di Bogor, Jawa Barat mengalami penurunan.

Katanya: “Sebelum saya ketemu temen, ada yang turun di hulu Sungai Angk, tapi butuh waktu beberapa jam untuk sampai di Jakarta. Semua itu terjadi ketika Kali Angk dikosongkan ke saluran drainase Cengkareng, “Dia berkata.

3. Anisipasi Anies Terhadap Potensi Hujan Lebat

Sumber : minanews.net

BMKG memprediksikan cuaca ekstrem akan kembali terjadi pada 23-24 Februari 2021. Terkait hal itu, Anies mengatakan, sejak tahun lalu para karyawannya bergerak cepat dan tetap waspada.

Anies Baswedan (Anies Baswedan) mengunjungi pintu air Manggarai pada Ahad (21/2), Mandeng, Jakarta Pusat) dan mengatakan: “Kami tetap waspada dalam persiapan selama beberapa tahun terakhir.

Anis menuturkan, dari banjir yang menghilang dengan cepat, stafnya terlihat gesit. Ia memastikan Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat lainnya bekerja sama untuk menangani bencana ini.

“Supaya teman-teman bisa melihat hujan dalam waktu yang relatif singkat, kami bisa bekerja sama dengan seluruh masyarakat di tingkat TNI-Polri untuk memastikan hujan segera menghilang. Anda bisa lihat dengan mata kepala sendiri.

Kami akan pertahankan 3 Prinsipnya. Kita tanggap waspada 2 dan akan terus kita implementasikan, “ujarnya.

Baca juga : Penyebab Banjir Semarang, Jakarta, Jawa Barat & Update Situasi Terbaru

4. Anies mengklaim Banjir 1 Hari Kering

Sumber : indozone.id

Anis mengaku sempat memperkirakan hujan deras mengguyur ibu kota. Anis menuturkan, stafnya lihai dan mengeringkan beberapa genangan dalam sehari.

Dia bersyukur banjir yang melanda wilayah Jakarta bisa reda dalam waktu satu hari. Menurut dia, hal itu terjadi karena tim Anies setiap saat bersiaga untuk mengantisipasi banjir.

Saat ditemui Anis di Kemang Raya, Jakarta Selatan, Minggu (21/2), Anis mengatakan: “Alhamdulillah sudah meramal sejak kemarin. Dengan izin Allah, ini hari yang kering. Kenapa? Karena tim sudah siaga.”

Anis mengatakan, pihaknya sudah mencontohkan daerah mana saja yang rawan banjir. Karena tim sudah tahu lokasi mana yang mungkin banjir, mereka mengerahkan pompa di bawah pengawasan langsung.

Ia mengatakan: “Sudah ditentukan sejak awal bahwa RT-RT dan RW-RW dalam bahaya. Oleh karena itu, bila ada lubang air segera pasang pompa, kerahkan energi, dan lakukan pengawasan.

“Jadi status alarmnya dimulai dari kemarin. Oleh karena itu, harus ditegaskan bahwa di Jakarta ada 3 prinsip, 1 alarm, 2 kejadian untuk direspon, kemudian maju jika ada masalah.

Alhamdulillah sudah sehari, dan relatif normal terjadi di Jakarta kemarin dan hari ini, ”sambung Anies.

Meski demikian, Anis mengatakan Jakarta belum sepenuhnya luput dari banjir. Ia pun meminta masyarakat untuk waspada.

“Sudah 100% atau Belum, di kawasan Jakarta Barat dekat Kali Angke. Hulu air masih mengalir di sana, ini masih akan menimbulkan genangan. Tapi Insya Allah kita siap, saya desak seluruh masyarakat untuk bertindak. Juga tetap waspada, seperti pesan BMKG, ”kata Anies.