Rintangan yang Dihadapi Kasino di Las Vegas untuk Bangkit Kembali – Banyak orang senang memainkan judi. Di beberapa negara, bahkan ada juga yang sudah memberikan ijin atau melegalkan judi. Karena itu, hiburan ini bisa berkembang dengan baik di negara-negara tersebut, dan kasino pun bermunculan. Tak jarang pula suatu kota memiliki beberapa kasino besar. Selain melegalkan, negara yang memberikan ijin untuk kasino mendapatkan pendapatan dari pajak yang berasal dari kasino. Ini seperti suatu kondisi yang saling menguntungkan. Dalam hal ini, salah satu negara tersebut adalah Amerika Serikat, dan Las Vegas adalah salah satu tempat yang mendapatkan ijin resmi untuk menyelenggarakan perjudian. Di Las Vegas, tidaklah sulit menemukan kasino, dan bangunan kasino pun berdiri dengan sangat megah dan terlihat sangat mewah.

Bagi pemain judi, Las Vegas menjadi kota yang sangat populer. Ini menjadi salah satu destinasi utama bagi masyarakat Amerika Serikat untuk menikmati perjudian. Tidak hanya penduduk negara bagian Nevada dan penduduk Amerika Serikat pada umumnmya saja, tapi Las Vegas sudah sangat dikenal bahkan di negara-negara lain. Tempat ini menjadi destinasi wisata khusus bagi mereka yang ingin menikmati perjudian. Tak heran bila Las Vegas menjadi salah satu pusat perjudian dunia. Namun, ini tidak berarti bahwa Las Vegas selalu mendapatkan keuntungan dari judi. Ada kalanya wilayah ini mengalami masa keterpurukan, dan ini terjadi seperti di masa pandemi seperti sekarang ini. Serangan virus COVID-19 menyerang Amerika Serikat, dan termasuk juga negara bagian Nevada.

Kondisi COVID-19 ini memberikan pukulan keras pada sektor ekonomi dan sektor lainnya. Industri perjudian pun menerima dampak dari pandemi ini. Bahkan, Vegas sempat harus menutup operasi kasino yang ada di bulan April dan Mei karena negara bagian Nevada menetapkan adanya karantina wilayah dan pembatasan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang. Keuntungan yang didapatkan dari kasino-kasino Vegas menurun drastis. Setelah itu, Vegas mulai bersinar lagi usai karantina dicabut dan kasino bisa beroperasi lagi. Walau memang masih belum bisa sepenuhnya pulih, setidaknya Las Vegas kembali di jalur keuntungannya dan bulan Oktober ini mencatatkan penghasilan terbesarnya dalam kurun waktu sejak Januari 2020.

Walau demikian, kondisi baik ini tidak akan berlangsung lama. Di minggu ini, pemerintah negara bagian Nevada melalui Steve Sisolak menetapkan kembali kebijakan yang sangat merugikan sektor resort dan kasino yang ada di Las Vegas. Untuk menghadapi dan menekan penyebaran virus yang ternyata kembali meningkat, Sisolak menetapkan kebijakan baru terkait pembatasan bagi masyarakat. Kebijakan ini mengatur bahwa resort, kasino, dan juga restoran hanya boleh mengelola kapasitasnya di angka 25% saja. Ini jauh lebih buruk dari kebijakan sebelumnya yang juga sudah ditekan sampai 50%. Dengan penurunan kapasitas yang bisa dilayani oleh kasino dan tempat-tempat lainnya, ini tentu akan kembali memberikan tekanan pada sektor industri perjudian di Las Vegas. Kebijakan ini berlaku dari 24 November 2020 dan setidaknya akan berlangsung dalam jangka waktu 3 minggu ke depan.

Rintangan yang Dihadapi Kasino di Las Vegas untuk Bangkit Kembali

Selain itu, kondisi ini diperparah dengan kebjiakan dari California. Pemerintah California menetapkan pembatasan aktivitas mulai dari jam 10 malam hingga jam 5 pagi. Di jam tersebut, masyarakat California harus berada di dalam rumah. Tujuan pembatasan ini adalah untuk mempersempit peluang interaksi orang-orang dan mencegah orang-orang untuk berkumpul yang nantinya bisa meningkatkan peluang penyebaran virus. Hal ini menjadi kabar buruk karena sebenarnya penduduk California menjadi salah satu pelanggan kasino utama di Las Vegas. Semua ini tentu menjadi kondisi yang menghalangi Las Vegas untuk kembali bersinar lagi di masa pandemi.

Leave a Comment on Rintangan yang Dihadapi Kasino di Las Vegas untuk Bangkit Kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *